Selasa, 08 September 2015

Unfortunately, I'm not Yours Part 9



Keesokan harinya, entah mengapa Eunhee menjadi merasa lebih bersemangat untuk pergi sekolah. Ia menyapa semua orang yang ditemuinya sepanjang jalan. Namun, alasan jelas baginya adalah karena hari ini ia akan menemui Daehyun dan membuat janji untuk bertemu di suatu tempat, esok hari. Eunhee sudah memikirkan hal ini matang-matang. Ia akan menjelaskan semua yang terjadi selama ini mulai sejak Jiyoon masuk dalam kehidupan mereka. Dan ia pula berniat untuk memberitahu Daehyun mengenai perasaan yang sebenarnya selama ini. Ia bertekad kuat karena tidak ingin ada kesalah pahaman lagi ataupun rahasia diantara mereka, dan yang terpenting Eunhee tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

Di sekolah, ia menemui Jiyoon dan menitipkan pesan kepada Daehyun.

Eunhee: “Jiyoon..”

Jiyoon: “Eunhee.. kau kemana saja? Kenapa kau tidak pernah masuk kelas?? Aku mengkhawatirkan mu.. /mengguncang pundak Eunhee/”

Eunhee: “/melepas lengan Jiyoon/ Maaf, tapi aku tidak bisa memberitahu kan sekarang. Jika kau ingin tau semuanya, tolong sampaikan padaku sebuah pesan.”

Jiyoon: “Ah?? Ba.. baiklah maaf.. /tertunduk/ pesan apa?”

Eunhee: “Temui aku di taman depan apartemen ku besok pukul 8 pagi. Katakan padanya juga untuk datang seorang diri. Aku akan memberitahu hal yang sangat penting.”

Jiyoon: “Emm.. ya baiklah, aku akan sampaikan.”

Eunhee: “Terimakasih Jiyoon. /berjalan pergi meninggalkan Jiyoon/”

***

Unfortunately, I'm not Yours Part 8



Guru Bang: “Seperti yang kalian ketahui, di kelas tingkat 2 ini kalian bisa bebas memilih salah satu kelas bidang seni. Ada kelas vocal atau bernyanyi, kelas dance, dan seni rupa. Hari ini juga diusahakan kalian harus sudah menentukan kelas mana yang dipilih dan kau Jungkook kumpulkan semua datanya kepada ku setelah sepulang sekolah."

Jungkook: “Baik Guru Bang./membungkuk/”

                Eunhee berbisik pada Zelo.

Eunhee: “Kau mau masuk kelas apa?”

Zelo: “Tentu saja aku akan masuk kelas dance! Kenapa kau bertanya demikian? Memangnya kau tidak tau siapa aku sebelum masuk sekolah ini??”

Eunhee: “Oh benarkah? Aku juga sangat menyukai dance! Maafkan aku tapi aku tidak tinggal Seoul sebelumnya. Dan aku adalah siswi pindahan dari kelas J-11.”

Zelo: “Lalu kau tinggal dimana sebelumnya? Bagaimana mungkin?! Sepanjang yang aku tau selama Guru Bang, kakak ku mengajar disini hanya orang-orang yang berprestasi selangit yang mampu masuk kelas ini, apalagi kau siswi pindahan.”

Eunhee: “Sehebat itukah aku?? Ku pikir tidak, atau mungkin kepala sekolah salah mengambil keputusan.”

Zelo: “Maaf, tapi aku tidak bermaksud merendahkanmu. Tapi hanya saja aku jadi penasaran dengan kemampuan yang kau miliki :) “

Eunhee: “Aku akan melakukan yang terbaik Zelo. Oya, apa maksudmu Guru Bang kakakmu? Dan memangnya kau siapa sebelum masuk sini?”

Zelo: “Ya, kau tau Guru Bang atau Bang Yongguk hyung adalah kakak kandung pertamaku. Dan soal itu, aku sudah terkenal di Seoul sebagai penyandang juara bertahan hip hop dance competition, jadi itu alasannya aku lebih suka menutup jati diriku di muka umum. Semua siswa di sekolah ini mengenalku sebagai Junhong. Tapi kau lah siswa pertama yang tau tentangku sejauh ini, jadi kumohon jaga rahasia ini. :) “

Eunhee: “Jadi begitu, baiklah tenang saja Zelo kau bisa percayai aku ;) “

Zelo: “Terimakasih banyak Eunhee.”

***

Senin, 07 September 2015

Unfortunately, I'm not Yours Part 7



Keesokan harinya, Eunhee harus masuk kelas barunya untuk beradaptasi terlebih dahulu dalam 2 hari, baru setelanya sekolah akan libur selama 2 miggu. Seperti biasa, Eunhee akan menjadi gadis yang sangat pendiam dan pemalu jika berada di lingkungan baru untuk pertama kalinya. Terlebih lagi, banyak orang bilang bahwa kelas A-11 didominasi oleh para siswa yang jenius dan juga memiliki pola kehidupan yang terhitung mewah. Ia akan memulai masa mindernya kembali, walaupun ia cukup percaya diri bahwa ia akan mendapat teman baik disana. Eunhee beranggapan, lingkungan baru maka jalinlah persahabatan baru sekuat mungkin jika kau ingin bertahan.
                Eunhee berangkat sekolah lebih pagi kali ini untuk mencari kelas barunya. Namun sudah sekitar setegah jam ia berkeliling sekolah, ia masih belum bisa menemukan kelas A-11. Jadi sekarang ia memutuskan menuju ke taman belakang untuk memakan bekal sarapan yang belum sempat ia makan di rumah. Ia duduk di kursi bawah pohon rimbun. Eunhee melahap roti oles mentega yang tidak sempat ia panggang karena takut telat, lalu mengambil bekal minum air putih di tasnya. Eunhee menatap kecewa botol yang dipegangnya, karena botol itu ternyata kosong. Ia lupa mengisi kembali botolnya saat di rumah karena terlalu terburu-buru.
                Entah kenapa ini bisa terjadi, Tuhan menurunkan malaikat untuk memberinya minum pikir asal Eunhee. Tangan yang sangat putih dan jari-jari panjang tampak menggenggam sekotak jus mangga yang disodorkan kepada Eunhee. Eunhee memandang ke arah wajah orang tersebut, dan ia terbelalak menyadari tingginya orang itu. Eunhee berusaha mengingat siapa pria tinggi yang ada di hadapannya itu. Terdiam sekejap, ia ingat sosok pria itulah yang pernah membuatnya terkesan akan keahliannya bermain skateboard. Ia yakin pria inilah orangnya, menyadari hoodie dan masker yang pria itu gunakan sama persis dengan yang pernah ia lihat sebelumnya. Pria itu lalu melambaikan tangan satunya lagi ke depan wajah Eunhee. Eunhee pun tersadar dari lamunannya.
Eunhee: “Apa ini?”
Pria itu menjawab, “Kau kehabisan minum, apa aku benar?”
Eunhee: “Ya, maaf tapi aku tidak ingin menerima sesuatu dari orang yang tak ku kenal.”
Pria: “Kalau begitu, aku akan memperkenalkan diriku dulu. :) Namaku Choi Junhong, tapi panggil saja aku Zelo. Sekarang terima ini. /menyodorkan kotak jus kembali/”
Eunhee: “Namaku Choi Eunhee, kau bisa memanggilku Eunhee atau Jeight :) Oya,  terimakasih banyak sebelumnya /membungkuk sedikit/”

Zelo: “Tidak masalah, tunggu Jeight? Ku tebak kau memiliki keturunan darah Eropa atau Amerika, bukan begitu?”

Eunhee: “/mengangguk/ Ibuku yang memberikan nama itu. Ibuku adalah seorang wanita perantau dari Negeri Kincir. Kau sendiri? Zelo?”

Zelo: “Ah tidak, itu hanya nama panggilan biasa. Lagipula suatu hal yang agak tabu untuk ku memberikan sekotak jus kepada orang yang hanya pernah aku temui sekali sebelumnya. Aku tidak sering memperkenalkan diriku pada orang lain.”

Eunhee: “Sekali sebelumnya?? Maksudmu?”

Zelo: “/duduk di sebelah Eunhee/ sungguh kau tak ingat aku??? Ah, mungkin itu karena aku selalu menggunakan pakaian yang tertutup di sekolah jadi aku maklumi jika kau tidak mengingatku./membuka masker dan hoodie/”

Eunhee: “/membulatkan mata/ Sebenarnya, aku pernah melihatmu. Choi Junhong.”

Zelo: “Hey, apakah ada hal yang aneh dari wajahku? Sampai-sampai kau harus menatapku seperti itu /mengernyitkan dahi dan mengangkat alis/”

                Perbincangan mereka terpotong oleh suara bel yang nyaring tanda kelas akan segera dimulai.

Eunhee: “Hey, ngomong-ngomong apa kau tau dimana kelas A-11? /membereskan tempat makan ke dalam tas/”

Zelo: “Hey! Kenapa kau tidak bilang kalau kita sekelas????”

Eunhee: “Aku tak tau, tapi lebih baik kita cepat ke kelas atau kita akan terlambat! /menarik lengan jaket Zelo sambil menyeruput jusnya/”

Zelo: “Iya baiklah, kelasnya ada di arah sini /menunjuk ke berlawanan arah dengan Eunhee/”

Eunhee: “O? Maafkan aku, aku tidak tau. Kalau begitu kau yang jalan duluan. /tertunduk malu/”

                Akhirnya Eunhee dapat membuktikan anggapannya dengan mendapat teman baru di kelasnya yang sekarang sekaligus mengetahui letak ruang kelas A-11. Awalnya Eunhee berjalan tepat di belakang Zelo, namun lama kelamaan Eunhee tertinggal cukup jauh karena tidak bisa mengimbangi langkah kaki Zelo yang panjang walaupun jauh lebih pelan dari Eunhee.

Eunhee: “Zelo! Bisakah kau berjalan lebih pelan???? /teriak Eunhee/”

Zelo: “Seharusnya aku yang bertanya, bisakah kau berjalan lebih cepat???”

Eunhee: “/menunduk terdiam//tiba-tiba ada yang menarik lengannya//terkejut/ Ze.. Zelo??”

Zelo: “Aku tidak ingin telat karena alasan konyol menunggumu yang lama berjalan. /ucap Zelo dingin/”

                Akhirnya mereka tiba di depan pintu kelas, Zelo pun mengetuknya. Terdengar suara Guru Bang yang menggerutu.

Guru Bang: “Jangan bilang kalau di luar ada siswa yanng terlambat lagi. Memang sudah menjadi budaya jika pada hari pertama seperti ini akan ada banyak siswa yang terlambat maupun bolos. Tapi apa tidak ada yang mengerti juga bahwa justru pertemuan ini sangatlah penting untuk mereka! Silahkan masuk!!!”

                Zelo dan Eunhee pun masuk ke dalam ruang kelas. Eunhee menjadi sangat tegang melihat tampang Guru Bang yang terlihat sangar dan galak, sementara Zelo hanya membuka maskernya dan tidak menunjukan rasa takut sama sekali. 

***

Unfortunately, I'm not Yours Part 6



Hari demi hari berlalu, detik demi detik terus berdetak.  Tidak sedikit Eunhee merasakan ganasnya rasa cemburu. Tapi ia belajar dari awal perkenalan nya dengan sang api cemburu, ia memperbaiki kesalahannya. Kini ia berusaha keras untuk tidak pernah menunjukan rasa sakit nya selama mereka terus bersama. Ia rela membiarkan hatinya tercabik-cabik ratusan kali demi selalu bersama orang yang dicintai. Tapi dengan ini, Eunhee menjadi termotivasi untuk bersaing sehat dengan Jiyoon. Tahap demi tahap ia mengalami peningkatan di setiap perkembangan belajarnya. Dan kini adalah waktunya untuk menjadi senior di SOPA bagi angkatan Eunhee.

Hasil nilai ujian semua mata pelajaran diumumkan serentak hari ini. Ia mencari namanya di urutan kelas J-11, kelas terakhir karena Eunhee termasuk siswa yang berasal dari luar Kota Seoul. Heran dan penasaran menghampiri Eunhee. Ia sama sekali tidak mendapati namanya tertera di daftar nlai kelasnya. Lalu ia memutuskan untuk menanyakan kepada walikelas J-10, Guru Cha jikalau terjadi kesalahan teknis. Dalam perjalanannya menuju ruang guru, Eunhee tidak sengaja berpapasan dengan Guru Cha, yang juga ternyata sedang mencari dirinya.

Guru Cha: “Choi Eunhee!! Kebetulan sekali kita bertemu disini, jadi aku tidak perlu susah payah mencari-cari mu lagi.”

Eunhee: “Selamat pagi Guru Cha ^^ /membungkuk/ ah?? Guru mencari ku juga?? Memangnya ada apa guru? Apa ini ada kaitannya dengan namaku yang tidak tercetak di daftar nama kelasku?”

Guru Cha: “Ya, tepat! Sebelumnya aku minta maaf karena aku lupa tidak memberitahumu tentang ini.”

Eunhee: “Jadi, kesalahan teknis apa yang terjadi guru?”

Guru Cha: “Ini bukan disebabkan oleh kesalahan teknis, Eunhee. Namamu memang tidak dicetak di daftar nama kelasmu.”

Eunhee: “Maksud guru?”

Guru Cha: “Carilah nama mu di kelas A-11 :)”

Eunhee: “Apa? Mengapa bisa demikian??”

Guru Cha: “Pertama-tama aku ucapkan selamat padamu. Choi Eunhee. /menepuk bahu Eunhee/”

Eunhee: “selamat untuk apa?”

Guru Cha: “Jadi begini awalnya, saat semua nilai siswa J-10 selesai didata olehku, aku terkejut sekalius terkesan akan nilai yang kau dapatkan. Rasa penasaranppun muncul di benak ku. Aku membuka lalu melihat seluruh data belajarmu. Menakjubkan! Nilai prestasimu selalu meningkat dan ini adalah peristiwa yang jarang terjadi namun fantastis untuk seorang siswi memiliki latar belakang keidupan dulunya yang sepertimu! Jadi aku berinisiaif untuk melaporkan ini kepada kepala sekolah. Kepala sekolah pun memutuskan untuk memindahkan kelas mu ke kelas unggulan pertama dengan harapan kemampuanmu bisa jauh lebih berkembang lagi.”

                Eunhee terkejut dan terharu bukan main. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan. Dengan spontan, Eunhee menjabat tangan Guru Cha erat-erat dan berterimakasih berkali-kali pada Guru Cha. Tapi disisi lain, Eunhee berpikir bahwa lebih baik Jiyoon dan Daehyun mengetahui hal ini dengan sendirinya, jadi ia tak perlu repot-repot memberitakannya.

***

Unfortunately, I'm not yours Part 5



Sepulangnya di apartemen, Eunhee terus saja memikirkan Daehyun. Namun yang ia pikirkan adalah bahwa betapa menyedihkannya dia, saat mencintai orang yang paling dekat di hidupnya, namun mereka justru menjadi tidak bisa selalu bersama lagi karena cinta sebelah pihaknya terus bertumbuh. Eunhee pun menuangkan perasaannya ke dalam sebuah puisi.

“Fall.. Everything fall.. Scattering apart
Because of you I’m becoming ruined
I wanna stop! I can’t do this!
You can’t do this to me! Iwanna forget you!
All of the things you do are like a mask
It hides the truth and rips me apart
It pierces me, take it all away
I’m going crazy! I hate this!
But you’re my everything..
Please fade away.. I’m sorry..
I love you.. I hate you.. Forgive me..
I need you!!!
Why am I in love alone? Why am I hurting alone?
Why do I keep needing you when I know I’ll get hurt?
We know each other, but you don’t know this feeling
It goes round&round, why do I coming back to you?
I go down&down, at this point, I’m just a fool
Whatever I do, I can’t help it, It’s definitely my heart, my feeling
But why don’t you listen to me?
I’m just talking to my self again..
But the sky is blue, and the sun is shining..
So my tears are even more noticeable
Why is it you? Why can’t I leave this feeling?
Just tell me if you love me too, or tell me it wasn’t love.”

***