Hari demi hari berlalu, detik demi detik terus
berdetak. Tidak sedikit Eunhee merasakan
ganasnya rasa cemburu. Tapi ia belajar dari awal perkenalan nya dengan sang api
cemburu, ia memperbaiki kesalahannya. Kini ia berusaha keras untuk tidak pernah
menunjukan rasa sakit nya selama mereka terus bersama. Ia rela membiarkan
hatinya tercabik-cabik ratusan kali demi selalu bersama orang yang dicintai.
Tapi dengan ini, Eunhee menjadi termotivasi untuk bersaing sehat dengan Jiyoon.
Tahap demi tahap ia mengalami peningkatan di setiap perkembangan belajarnya.
Dan kini adalah waktunya untuk menjadi senior di SOPA bagi angkatan Eunhee.
Hasil nilai ujian semua mata
pelajaran diumumkan serentak hari ini. Ia mencari namanya di urutan kelas J-11,
kelas terakhir karena Eunhee termasuk siswa yang berasal dari luar Kota Seoul.
Heran dan penasaran menghampiri Eunhee. Ia sama sekali tidak mendapati namanya
tertera di daftar nlai kelasnya. Lalu ia memutuskan untuk menanyakan kepada
walikelas J-10, Guru Cha jikalau terjadi kesalahan teknis. Dalam perjalanannya
menuju ruang guru, Eunhee tidak sengaja berpapasan dengan Guru Cha, yang juga
ternyata sedang mencari dirinya.
Guru Cha:
“Choi Eunhee!! Kebetulan sekali kita bertemu disini, jadi aku tidak perlu susah
payah mencari-cari mu lagi.”
Eunhee:
“Selamat pagi Guru Cha ^^ /membungkuk/ ah?? Guru mencari ku juga?? Memangnya
ada apa guru? Apa ini ada kaitannya dengan namaku yang tidak tercetak di daftar
nama kelasku?”
Guru Cha:
“Ya, tepat! Sebelumnya aku minta maaf karena aku lupa tidak memberitahumu
tentang ini.”
Eunhee: “Jadi, kesalahan teknis apa yang terjadi guru?”
Guru Cha:
“Ini bukan disebabkan oleh kesalahan teknis, Eunhee. Namamu memang tidak
dicetak di daftar nama kelasmu.”
Eunhee: “Maksud guru?”
Guru Cha: “Carilah nama mu di kelas A-11 :)”
Eunhee: “Apa? Mengapa bisa demikian??”
Guru Cha: “Pertama-tama aku ucapkan selamat padamu. Choi
Eunhee. /menepuk bahu Eunhee/”
Eunhee: “selamat untuk apa?”
Guru Cha:
“Jadi begini awalnya, saat semua nilai siswa J-10 selesai didata olehku, aku
terkejut sekalius terkesan akan nilai yang kau dapatkan. Rasa penasaranppun
muncul di benak ku. Aku membuka lalu melihat seluruh data belajarmu.
Menakjubkan! Nilai prestasimu selalu meningkat dan ini adalah peristiwa yang
jarang terjadi namun fantastis untuk seorang siswi memiliki latar belakang
keidupan dulunya yang sepertimu! Jadi aku berinisiaif untuk melaporkan ini
kepada kepala sekolah. Kepala sekolah pun memutuskan untuk memindahkan kelas mu
ke kelas unggulan pertama dengan harapan kemampuanmu bisa jauh lebih berkembang
lagi.”
Eunhee
terkejut dan terharu bukan main. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan. Dengan
spontan, Eunhee menjabat tangan Guru Cha erat-erat dan berterimakasih
berkali-kali pada Guru Cha. Tapi disisi lain, Eunhee berpikir bahwa lebih baik
Jiyoon dan Daehyun mengetahui hal ini dengan sendirinya, jadi ia tak perlu
repot-repot memberitakannya.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar