Daehyun: “............
Dan saat aku menemukan mereka, Darah telah berceceran di atas rel tersebut dan
kereta yang masih melaju kencang diatasnya. Kereta telah berlalu, aku mendapati
Eunhee yang menangis histeris dengan terus menyebut nama Kim Hyemi. Aku pun melihat
kembali rel yang telah bergelimangan cairan berbau amis itu, menyadari bahwa itulah
sisa bentuk sahabat kami.... Kim Hyemi....”
Tiba-tiba saja ponsel Zelo
berdering.
Zelo: “Halo
Hyung! Ada apa??”
Yongguk: “Aku
tadi sedang menjemput nenek di stasiun....”
Zelo: “Lalu
apa masalahnya???”
Yongguk: “Aku
tidak sengaja melihat teman gadis baru mu itu di tengah rel dengan kereta
listrik yang tengah melaju dengan sangat kencang di samping nya. Tak sempat aku
memperingatinya, kereta kilat itu telah merenggut nyawa teman malangmu itu.”
Zelo: “teman
gadis ku?”
Yongguk: “Sepertinya
kalau tidak salah, namanya adalah Choi Eunhee...”
Zelo menjatuhkan ponselnya. Yongguk
hyung yang masih terhubung panggilannya terus berkata halo. Ia langsung
beranjak menuju stasiun terdekat yang mungkin Yongguk maksudkan.
Jiyoon: “Daehyun,
aku pernah membaca suatu artikel tentang phobia sesorang. Orang tersebut akan
mereka ulang sesuatu yang pernah terjadi padanya secara otomatis yang
menyebabkan phobianya itu. Dan aku rasa Eunhee sedang terjebak masa lalunya
sekarang.”
Daehyun: “/membeku
terdiam mendengar setiap ucapan Jiyoon/ /mentap kosong/ Eunhee!!!!!!!! /berlari/
Jangan pergi!!!!!!!!”
Hari itu, pada pukul 13.44, Hari Seni, tanggal 23 Januari 2017. Semua orang berduka.
Hari itu, pada pukul 13.44, Hari Seni, tanggal 23 Januari 2017. Semua orang berduka.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar