Rabu, 09 September 2015

Unfortunately, I'm not Yours Part 18


Sementara itu,

Daehyun: “Dimana Eunhee???”

Zelo: “Aku tak tau. Aku sudah berusaha mencegahnya pergi, tapi ia seperi tak mengenaliku.”

Daehyun: “Maafkan aku, ini semua salahku /menatap kosong langit/ Dia memiliki phobia trauma pada suara keras tertentu. Dan suara dengungan mikrofon itu sepertinya telah membangkitkan ingatan buruk yang telah ia kubur sejak lama.”

Zelo: “Apa maksudnya ingatan buruk?”

Daehyun: “Dulu, kami memiliki seorang sahabat lagi. Namanya adalah Kim Hyemi. Gadis itu sangat mirip dengan Euhee, hingga seringkali mereka berdua dianggap sebagai saudara kembar walaupun Hyemi anak yang lembut dan anggun, berbeda dengan Eunhee yang aktif dan pemberani. Kami selalu bersama. Saat itu kami sedang bermain di sekitar rumah, sampai akhirnya pada hari Senin, tanggal 23 Januari 2006...”

                Kini, Eunhee menatap jelas rel kereta di depannya, yang juga ia lihat bayangan sosok Hyemi yang sedang mengikuti kelinci lucu yang sedang berlari. Ia terus saja mengikuti kelinci itu hingga sang kelinci menghentikan lompatannya diantara dua besi yang terpancar sinar matahari siang itu. Hyemi akhirnya berhasil menangkap kelinci kecil itu tepat di kedua besi berkarat yang panas.

                Eunhee tau apa yang akan terjadi setelahnya,maka ia berbalik dan melihat sosok dirinya yang masih berusia genap lima tahun. Eunhee kecil yang sedang mencari Hyemi pun terlihat lega karena telah menemukannya. Namun rasa leganya tak sempat bertahan lama, mulailah terdengar suara dengungan keras yang disertai sedikit guncangan. Sang Eunhee kecil mulai berlari saat ia tengah melihat sebuah mesin berat yang bergerak cepat membawa gerbong dan mengeluarkan asap itu. Eunhee terheran-heran melihat Eunhee kecil yang malah berlari ke arahnya, seolah Euhee kecil dapat melihat kehadirannya disitu.

                Eunhee pun terkejut saat Eunhee kecil memasuki tubuhnya, ia sadar sekarang anak kecil yang baru ia lihat adalah dirinya sendiri yang telah bertumbuh besar. Eunhee tau apa yang harus ia lakukan, dengan segera Eunhee melihat kembali ke arah Hyemi yang sedang memeluk kelinci malang tersebut. Mesin cepat itu semakin dekat, Eunhee pun meneriaki Hyemi berusaha memberitahunya.

Eunhee: “Hyemi!!!! Awas di belakangmu!!! Kim Hyemi!!!!!!!! Ku mohon dengarkan aku!!!”

                Hyemi tak menghiraukan suara Eunhee yang memang tak bisa ia dengar. Tak ada waktu lagi tersisa, Eunhee bergegas berlari pada Hyemi secepat yang ia mampu. Namun tetap saja, waktu tak merestui. Entah bagaimana bisa, saat Eunhee berada tepat di tengah rel ia mendapati Hyemi yang telah dalam posisi jatuh terduduk dengan kelinci yang masih dalam dekapannya di sebrang rel kereta. Hyemi meneriaki Eunhee, persis seperti apa yang Eunhee lakukan tadi padanya.

Hyemi: “Eunhee!!!! Awas di sampingmu!!! Choi Eunhee!!!!!!!! Ku mohon dengarkan aku!!!”

                Berbeda dengan hal nya Hyemi, Eunhee langsung melihat ke arah sampingnya........

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar