Sementara itu,
Daehyun: “Dimana Eunhee???”
Zelo: “Aku tak tau. Aku sudah berusaha mencegahnya pergi,
tapi ia seperi tak mengenaliku.”
Daehyun: “Maafkan
aku, ini semua salahku /menatap kosong langit/ Dia memiliki phobia trauma pada
suara keras tertentu. Dan suara dengungan mikrofon itu sepertinya telah
membangkitkan ingatan buruk yang telah ia kubur sejak lama.”
Zelo: “Apa maksudnya ingatan buruk?”
Daehyun: “Dulu,
kami memiliki seorang sahabat lagi. Namanya adalah Kim Hyemi. Gadis itu sangat
mirip dengan Euhee, hingga seringkali mereka berdua dianggap sebagai saudara
kembar walaupun Hyemi anak yang lembut dan anggun, berbeda dengan Eunhee yang
aktif dan pemberani. Kami selalu bersama. Saat itu kami sedang bermain di
sekitar rumah, sampai akhirnya pada hari Senin, tanggal 23 Januari 2006...”
Kini,
Eunhee menatap jelas rel kereta di depannya, yang juga ia lihat bayangan sosok
Hyemi yang sedang mengikuti kelinci lucu yang sedang berlari. Ia terus saja
mengikuti kelinci itu hingga sang kelinci menghentikan lompatannya diantara dua
besi yang terpancar sinar matahari siang itu. Hyemi akhirnya berhasil menangkap
kelinci kecil itu tepat di kedua besi berkarat yang panas.
Eunhee tau
apa yang akan terjadi setelahnya,maka ia berbalik dan melihat sosok dirinya
yang masih berusia genap lima tahun. Eunhee kecil yang sedang mencari Hyemi pun
terlihat lega karena telah menemukannya. Namun rasa leganya tak sempat bertahan
lama, mulailah terdengar suara dengungan keras yang disertai sedikit guncangan.
Sang Eunhee kecil mulai berlari saat ia tengah melihat sebuah mesin berat yang
bergerak cepat membawa gerbong dan mengeluarkan asap itu. Eunhee terheran-heran
melihat Eunhee kecil yang malah berlari ke arahnya, seolah Euhee kecil dapat
melihat kehadirannya disitu.
Eunhee
pun terkejut saat Eunhee kecil memasuki tubuhnya, ia sadar sekarang anak kecil
yang baru ia lihat adalah dirinya sendiri yang telah bertumbuh besar. Eunhee tau
apa yang harus ia lakukan, dengan segera Eunhee melihat kembali ke arah Hyemi
yang sedang memeluk kelinci malang tersebut. Mesin cepat itu semakin dekat,
Eunhee pun meneriaki Hyemi berusaha memberitahunya.
Eunhee: “Hyemi!!!! Awas di belakangmu!!! Kim Hyemi!!!!!!!!
Ku mohon dengarkan aku!!!”
Hyemi
tak menghiraukan suara Eunhee yang memang tak bisa ia dengar. Tak ada waktu
lagi tersisa, Eunhee bergegas berlari pada Hyemi secepat yang ia mampu. Namun tetap
saja, waktu tak merestui. Entah bagaimana bisa, saat Eunhee berada tepat di
tengah rel ia mendapati Hyemi yang telah dalam posisi jatuh terduduk dengan
kelinci yang masih dalam dekapannya di sebrang rel kereta. Hyemi meneriaki
Eunhee, persis seperti apa yang Eunhee lakukan tadi padanya.
Hyemi: “Eunhee!!!! Awas di sampingmu!!! Choi Eunhee!!!!!!!!
Ku mohon dengarkan aku!!!”
Berbeda
dengan hal nya Hyemi, Eunhee langsung melihat ke arah sampingnya........
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar