Sepuluh
menit kemudian, sebuah mobil convertible merah tiba di depan Eunhee. Eunhee
terkejut melihat sosok Zelo yang turun dari mobil mewah tersebut.
Eunhee: “Zelo? Ka.. kau?”
Zelo: “Hmm??”
Eunhee: “Apa jangan-jangan kau yang tadi menghubungiku?”
Zelo: “Ah iya.. maaf aku lupa memberitahumu kalau itu
diriku.. hehe.”
Eunhee
menjatuhkan bunga yang ia pegang sedari tadi. Mematung terkejut, kelopak
matanya mulai dipenuhi oleh kubangan air mata. Tetes demi tetes air mata itu
berjatuhan, menyusuri pipi halus Eunhee, membasahi lekukan demi lekukan di
wajahnya, dan mendarat di rangkaian bunga yang terjatuh. Kekecewaan penuh pilu
ikut berlinangan di dalam setiap tetesnya yang berharga.
Zelo: “Eunhee??
Kau kenapa??? /memegang kedua bahu Eunhee/ apa yang terjadi?? /menarik kepala
Eunhee/ /mendekap Eunhee/ Sssshh.... Sudahlah Eunhee. Jangan menangis lagi,
tenangkan dirimu.. lalu ceritakan padaku, ya?”
Eunhee
tidak bergeming menjawab satupun pertanyaan Zelo. Rasa kecewa yang menusuk
dalam hatinya telah menguasai dirinya, bahkan ia tak mampu mengeluarkan sepatah
katapun.
Zelo: “Kita
akan pergi ke suatu tempat dimana kau bisa melepas apapun hal buruk yang telah
menimpamu. /menatap wajah Eunhee yang masih memandang kosong dan basah/”
Eunhee hanya bisa mengangguk mendengarnya.
Zelo membukakan pintu untuk Eunhee. Mereka berdua pergi entah kemana Zelo akan
membawanya. Sepanjang perjalanan, Eunhee terus memikirkan Daehyun. Padahal beberapa kali Zelo berusaha mengajak bicara
Eunhee.
Eunhee POV
“Jung Daehyun, sungguh aku tidak menyangka sama sekali kau
akan berbuat ini padaku. Kaulah satu-satunya teman dihidupku, hingga rasa cinta
ini mulai tumbuh. Semua harapanku hancur, tak ada lagi alasan untuk berharap
kembali, bahkan hanya untuk sekedar menjadi temanmu.. aku tak sanggup, hati
ini, jiwa ini sudah terlanjur tersakiti, bahkan tak terhitung lagi jumlahnya. Kau
hanya akan tertulis menjadi persahabatan manis yang berakhir dengan cinta yang
pahit dalam cerita kehidupanku. Maafkan aku,tapi aku harus mengganti rasa cinta
ini dengan kebencian.”
END POV
ZELO POV
“Baru kali ini, aku merasa nyaman dengan seorang wanita.
Setelah lamanya mama pergi meninggalkan ku 15 tahun yang lalu, aku tak pernah
terpikir untuk mengenal seorang gadis pun. Tapi saat pertama kali aku menatap
mata indahnya, setiap garis di matanya menunjukan kesempurnaan dirinya.
Kepolosan dan ketulusan dalam setiap yang ia lakukan membuatku malu, karena aku
tau aku berbeda dengannya. Tapi itulah yang membuatku ingin tau lebih banyak
tentang dirinya. Aku ingin tau, mengapa bisa ada seorang malaikat yang menjelma
sebagai gadis manis dan sekarang ia berada di sampingku, bersamaku. Oh Tuhan, aku
tak pernah menyangka kau masih menyayangiku. Semoga dengan kehadiran gadis ini
bisa mengingatkanku lagi pada hangatnya kasih sayang mama.”
Tidak
lama kemudian, mereka tiba di suatu tempat yang penuh keceriaan. Zelo menuntun
Eunhee keluar dari mobil.
Zelo: “Eunhee..? kita sudah sampai :)”
Eunhee: “Oh iya kah? /tersadar dari lamunan/”
Zelo: “Ehem.. ^^”
Eunhee: “Oh? Zelo? Tumben sekali kau tak pakai hoodie atau
topi dan masker mu?”
Zelo: “Dari sejak aku berangkat dari rumahku juga aku memang
tidak memakai itu semua.”
Eunhee:
“Benarkah? Ya Tuhan, maafkan aku. Apa jangan-jangan sepanjang jalan aku tidak
menghiraukanmu???”
Zelo: “ehm.. bisa dibilang begitu.”
Eunhee: “Haa??? Sungguh, aku minta maaf Zelo. Aku tidak
bermaksud mengabaikanmu.”
Zelo: “Tak apa Eunhee, yang penting kau sudah lebih tenang
kan? :) “
Eunhee: “/mengangguk/ tunggu.. /melihat sekitar/ kita ada di
lotte world?!”
Zelo: “Yupp! Kenapa? Kau tak suka? :( “
Eunhee: “Ah? Tidak. :) kenapa kau ajak aku kesini?”
Zelo: “tidak, hanya saja aku rasa kau bisa melepaskan semua
bebanmu disini :) “
Eunhee: “Terimakasih Zelo, tapi kita baru saja saling
mengenal.”
Zelo: “Karena itu aku ingin tau semua tentangmu, termasuk
masalah yang tadi.”
Eunhee: “Apa tidak apa-apa jika aku menceritakannya padamu?
Kau tidak keberatan?”
Zelo: “/menggeleng kepala/ /tersenyum/”
ZELO POV
“Justru aku ingin tau semua yang berkaitan denganmu, semua
lekuk kehidupanmu secara rinci. Dan aku akan sangat senang jika aku mampu
menghiburmu, membuatmu tersenyum, apalagi tertawa. Aku tak tau apa ini, tapi
setiap kali kau menatapku tubuhku bergetar gugup tak berdaya membalas
tatapanmu.”
Zelo: “Eunhee, lebih baik kita mengobrol di jembatan itu,
bagaimana?”
Eunhee: “ayo :) “
Eunhee
pun menceritakan apa yang terjadi. Sebenarnya Zelo merasa bersalah karena
secara tidak langsung ia telah membohongi Eunhee. Tetapi Zelo menutupinya
dengan membuat Eunhee tertawa, memberitahukan hal bodoh nan lucu, ia berusaha
membuat Eunhee melupakan masalah itu dan tetap merasa nyaman dengan nya.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar