Selasa, 08 September 2015

Unfortunately, I'm not Yours Part 12



                Sepuluh menit kemudian, sebuah mobil convertible merah tiba di depan Eunhee. Eunhee terkejut melihat sosok Zelo yang turun dari mobil mewah tersebut. 

Eunhee: “Zelo? Ka.. kau?”

Zelo: “Hmm??”

Eunhee: “Apa jangan-jangan kau yang tadi menghubungiku?”

Zelo: “Ah iya.. maaf aku lupa memberitahumu kalau itu diriku.. hehe.”

                Eunhee menjatuhkan bunga yang ia pegang sedari tadi. Mematung terkejut, kelopak matanya mulai dipenuhi oleh kubangan air mata. Tetes demi tetes air mata itu berjatuhan, menyusuri pipi halus Eunhee, membasahi lekukan demi lekukan di wajahnya, dan mendarat di rangkaian bunga yang terjatuh. Kekecewaan penuh pilu ikut berlinangan di dalam setiap tetesnya yang berharga.

Zelo: “Eunhee?? Kau kenapa??? /memegang kedua bahu Eunhee/ apa yang terjadi?? /menarik kepala Eunhee/ /mendekap Eunhee/ Sssshh.... Sudahlah Eunhee. Jangan menangis lagi, tenangkan dirimu.. lalu ceritakan padaku, ya?”

                Eunhee tidak bergeming menjawab satupun pertanyaan Zelo. Rasa kecewa yang menusuk dalam hatinya telah menguasai dirinya, bahkan ia tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.

Zelo: “Kita akan pergi ke suatu tempat dimana kau bisa melepas apapun hal buruk yang telah menimpamu. /menatap wajah Eunhee yang masih memandang kosong dan basah/”

Eunhee hanya bisa mengangguk mendengarnya. Zelo membukakan pintu untuk Eunhee. Mereka berdua pergi entah kemana Zelo akan membawanya. Sepanjang perjalanan, Eunhee terus memikirkan Daehyun. Padahal  beberapa kali Zelo berusaha mengajak bicara Eunhee.

Eunhee POV

“Jung Daehyun, sungguh aku tidak menyangka sama sekali kau akan berbuat ini padaku. Kaulah satu-satunya teman dihidupku, hingga rasa cinta ini mulai tumbuh. Semua harapanku hancur, tak ada lagi alasan untuk berharap kembali, bahkan hanya untuk sekedar menjadi temanmu.. aku tak sanggup, hati ini, jiwa ini sudah terlanjur tersakiti, bahkan tak terhitung lagi jumlahnya. Kau hanya akan tertulis menjadi persahabatan manis yang berakhir dengan cinta yang pahit dalam cerita kehidupanku. Maafkan aku,tapi aku harus mengganti rasa cinta ini dengan kebencian.”

END POV

ZELO POV

“Baru kali ini, aku merasa nyaman dengan seorang wanita. Setelah lamanya mama pergi meninggalkan ku 15 tahun yang lalu, aku tak pernah terpikir untuk mengenal seorang gadis pun. Tapi saat pertama kali aku menatap mata indahnya, setiap garis di matanya menunjukan kesempurnaan dirinya. Kepolosan dan ketulusan dalam setiap yang ia lakukan membuatku malu, karena aku tau aku berbeda dengannya. Tapi itulah yang membuatku ingin tau lebih banyak tentang dirinya. Aku ingin tau, mengapa bisa ada seorang malaikat yang menjelma sebagai gadis manis dan sekarang ia berada di sampingku, bersamaku. Oh Tuhan, aku tak pernah menyangka kau masih menyayangiku. Semoga dengan kehadiran gadis ini bisa mengingatkanku lagi pada hangatnya kasih sayang mama.”

               Tidak lama kemudian, mereka tiba di suatu tempat yang penuh keceriaan. Zelo menuntun Eunhee keluar dari mobil. 

Zelo: “Eunhee..? kita sudah sampai :)”

Eunhee: “Oh iya kah? /tersadar dari lamunan/”

Zelo: “Ehem.. ^^”

Eunhee: “Oh? Zelo? Tumben sekali kau tak pakai hoodie atau topi dan masker mu?”

Zelo: “Dari sejak aku berangkat dari rumahku juga aku memang tidak memakai itu semua.”

Eunhee: “Benarkah? Ya Tuhan, maafkan aku. Apa jangan-jangan sepanjang jalan aku tidak menghiraukanmu???”

Zelo: “ehm.. bisa dibilang begitu.”

Eunhee: “Haa??? Sungguh, aku minta maaf Zelo. Aku tidak bermaksud mengabaikanmu.”

Zelo: “Tak apa Eunhee, yang penting kau sudah lebih tenang kan? :) “

Eunhee: “/mengangguk/ tunggu.. /melihat sekitar/ kita ada di lotte world?!”

Zelo: “Yupp! Kenapa? Kau tak suka? :( “

Eunhee: “Ah? Tidak. :) kenapa kau ajak aku kesini?”

Zelo: “tidak, hanya saja aku rasa kau bisa melepaskan semua bebanmu disini :) “

Eunhee: “Terimakasih Zelo, tapi kita baru saja saling mengenal.”

Zelo: “Karena itu aku ingin tau semua tentangmu, termasuk masalah yang tadi.”

Eunhee: “Apa tidak apa-apa jika aku menceritakannya padamu? Kau tidak keberatan?”

Zelo: “/menggeleng kepala/ /tersenyum/”

ZELO POV

“Justru aku ingin tau semua yang berkaitan denganmu, semua lekuk kehidupanmu secara rinci. Dan aku akan sangat senang jika aku mampu menghiburmu, membuatmu tersenyum, apalagi tertawa. Aku tak tau apa ini, tapi setiap kali kau menatapku tubuhku bergetar gugup tak berdaya membalas tatapanmu.”

Zelo: “Eunhee, lebih baik kita mengobrol di jembatan itu, bagaimana?”

Eunhee: “ayo :) “

                Eunhee pun menceritakan apa yang terjadi. Sebenarnya Zelo merasa bersalah karena secara tidak langsung ia telah membohongi Eunhee. Tetapi Zelo menutupinya dengan membuat Eunhee tertawa, memberitahukan hal bodoh nan lucu, ia berusaha membuat Eunhee melupakan masalah itu dan tetap merasa nyaman dengan nya.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar