Rabu, 02 September 2015

Unfortunately, I'm not Yours Part 3



Eunhee menuju aula 1, tentu ia akan menjadi yang pertama tiba disana pikirnya. Mengetahui kali ini kelas Eunhee akan mendapat pelajaran secara berpasangan, ia spontan berniat untuk memohon pada Guru Yong agar tidak memasangkan nya dengan Daehyun kali ini, karena biasanya mereka pasti akan bersama mengingat urutan absen Eunhee berada tepat di bawah nama Daehyun.

                Setibanya di aula, pikirannya terlepas, memandangi seseorang yang sedang bermain skateboard dengan lihai. Ia tenggelam dalam lamunan lain, takjub dengan pertunjukan sederhana namun mampu membuatnya kagum. Tiba-tiba saja segerombolan siswa datang, berlari cepat saling mendahului, menabrak Eunhee khalayak tidak ada yang menyadari kehadirannya di situ. Eunhee terjatuh, dan langsung mencoba untuk berdiri kembali. Ia merasa ada tangan di depannya, ia penasaran dan melihat siapa orang itu. Ditatapnya seorang gadis dengan senyuman aneh khas milik gadis itu, walaupun ini pertama kalinya Eunhee melihat gadis yang baru saja menjadi penyebab kecemburuan nya itu hampir membakar hati Eunhee, ia dapat merasakan ketulusan dan keramahan gadis bermarga Han itu. Eunhee pun akhirnya meraih tangan Jiyoon.

Eunhee: “Terimakasih banyak Jiyoon :) “

Jiyoon: “Tidak masalah, eh bukankah kau kemari duluan sedari tadi? Kenapa belum masuk juga?”

Eunhee: “Tak apa, aku baru kembali dari toilet.”

Jiyoon: “Oh, jadi begitu.”

                Obrolan mereka terpotong oleh teriakan Daehyun.

Daehyun: “Jiyoon!!! Tunggu aku!!!”

Jiyoon: “/berbalik/ Ah!! Daehyun!! Maafkan aku, tadi teman-teman bilang guru olahraga kita galak jadi aku spontan lari di belakang yang lain dan tak sengaja melupakanmu. Dan aku bertemu Eunhee disini. Oya, Eunhee kau tak apa? /berbalik lagi/”

                Jiyoon heran mendapati Eunhee yang sudah menghilang dari hadapannya.

Guru Yong: “Hey kalian berdua!! Kenapa belum masuk dan pemanasan di dalam huh?! Seperti kalian belum pernah diajar olehku saja!”

Jiyoon&Daehyun: “Kami mohon maaf guru. /membungkuk/”

Jiyoon: “Maaf guru, tapi ini memang pertamakalinya aku diajar oleh guru /menunduk/”

Guru Yong: “Ah iya! Maafkan aku juga. Aku lupa, padahal baru saja aku diberitahu oleh walikelas kalian bahwa ada siswi baru. Ya sudah, cepat kalian masuk dan pemanasan ya.”

Jiyoon&Daehyun: “Baik guru. /membungkuk/”

                Guru Yong berjalan memasuki aula dengan santainya, sambil menunggu Jiyoon dan Daehyun menyelesaikan pemanasan.

Guru Yong: “Selamat siang anak-anak. /terbelalak melihat para siswa mengerubungi sesuatu/”

                Eunhee yang justru duduk di tepi sambil mengecek jikalau ada luka, tertanyakan oleh salah satu guru kesayangannya, Guru Yong yang masih keheranan.

Guru Yong: “Eunhee??”

Eunhee: “/terkejut/ aaa.. Guru Yong Selamat siang /membungkuk/”

Guru Yong: “Ada apa ini Eunhee??”

Eunhee: “Kurasa mereka sedang menonton seorang siswa yang bermain skateboard guru.”

Guru Yong: “Lalu kenapa kau tidak ikut melihatnya?”

Eunhee: “emm.. anu guru.. tadi aku adalah yang terakhir masuk aula dan aku terjatuh, alhasil aku tidak dapat melihatnya karena banyak siswa tinggi yang menghalangiku dan aku tidak yakin bisa berjinjit diantara padatnya mereka guru.”

Guru Yong: “Kalau begitu, kau tidak usah berolahraga dulu hari ini. Kau bantu saja aku untuk mengabsen siswa dan menjadi asisten sementara ku.”

Eunhee: “Baik guru /mengangguk/”

Guru Yong: “Heyyy!!!!!! Kalian semua!!!!! Sedang melihat apa hah?! Sampai-sampai kehadiranku ini kalian tidak hiraukan!!”

                Semua siswa berbalik dengan spontan dan memasang wajah tegang.

Guru Yong: “Apa-apaan ini?! Kalian pikir jam belajarku ini untuk menonton atraksi hah?! Dan siapa yang berani mempurtunjukan atraksi murahan ini?!”

                Seorang pria yang memakai hoodie dan masker penutup pun memberanikan diri untuk mengacungkan tangannya dan berkata,

“Aku orangnya Guru Yong.”

Guru Yong: “Oh?? Jadi kau.. maafkan aku.  Aku tidak bermaksud mengatai aksi hebatmu tadi sebagai atraksi murahan nak.”

                Sang pria misterius pun berkata kembali,

“Tak apa guru. Ini memang salahku, tidak seharusnya aku berada disini dan bermain seenaknya pada pelajaranmu guru. Aku akan kembali ke kelasku.”

Guru Yong: “Baiklah, aku mengerti nak.”
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar