Senin, 07 September 2015

Unfortunately, I'm not Yours Part 4



Semua siswa telah kembali ke kelas. Namun tidak dengan Eunhee, ia sedikit kesusahan saat berjalan karena kakinya sempat terkilir. Saat ia masuk kelas dan hendak duduk di bangku yang berbeda dengan bangku yang tadi pagi ia duduki karena masih kesal dengan Daehyun, ia mendapati sebuah minuman dan potongan kertas kecil yang bertuliskan:
“walaupun kau tidak berolahraga, aku tau kau haus, dan ini minumanmu. Tadinya aku akan memberikan saat istirahat, tapi kau malah tampak kesal tidak karuan. -DH-“

                Eunhee bertambah terkejut ketika ia menyadari bahwa minuman di depannya adalah minuman yang Daehyun bawa saat ia terdahului oleh rasa cemburunya. Penyesalan mulai memenuhi pikirannya. Eunhee melihat ke arah bangku Daehyun yang sekarang berjarak jauh dengannya dan ternyata pada waktu yang sama Daehyun pun sedang menunggu reaksi Eunhee sedari tadi. Daehyun tersenyum lebar, memperlihatkan matanya yang ikut tersenyum membuat pipi putih Eunhee menjadi merona.

                Eunhee memalingkan wajah, menghindari tatapan Daehyun. Saat ia hendak duduk, 2 orang siswi menghampirinya.

Siswi 1: “Eunhee, kenapa kau duduk di bangku kami?”

Siswi 2: “Bangkumu kan ada disana.”

Eunhee: “tunggu, bukannya kalian absen?”

Siswi 2: “Tidak, sebenarnya kami terlambat.”

Siswi 1: “Ya, jadi kami baru bisa ikut 2 jam pelajaran terakhir. Lagi pula, kau kan biasanya pasti bersama Daehyun, lalu kenapa sekarang kau jadi berjauhan?”

Eunhee: “Baiklah, aku minta maaf dan kalian tidak perlu tau urusanku.”

                Eunhee mengambil tas dan semua barangnya lalu menaruh nya kembali di tempat ia duduk semula. Akan sangat sulit bagi Eunhee jika ia duduk disana lagi, mengingat dirinya yang masih berlumuran penyesalan namun ia tau pasti Daehyun akan menanyakan segala yang terjadi padanya. Hal ini akan membuat Eunhee merasa sangat canggung, bahkan dengan hanya Daehyun yang memanggil namanya. Eunhee bersikeras untuk menghindari semua kontak dengan Daehyun, karena ia tidak mau Daehyun mendapati pipi Eunhee menjadi memerah seperti udang rebus yang dibuat oleh dirinya.

                Bel pulang berbunyi, akhirnya suara yang sungguh dinantikan oleh Eunhee itu pun muncul. Euhee berharap semuanya akan baik-baik saja setelah hari ini berlalu. Ini pertamakalinya Eunhee tidak ingin pulang bersama Daehyun seperti biasa. Ia membereskan semua barang lalu pergi sesegera mungkin, sebelum Daehyun mengajak nya.
***

Rabu, 02 September 2015

Unfortunately, I'm not Yours Part 3



Eunhee menuju aula 1, tentu ia akan menjadi yang pertama tiba disana pikirnya. Mengetahui kali ini kelas Eunhee akan mendapat pelajaran secara berpasangan, ia spontan berniat untuk memohon pada Guru Yong agar tidak memasangkan nya dengan Daehyun kali ini, karena biasanya mereka pasti akan bersama mengingat urutan absen Eunhee berada tepat di bawah nama Daehyun.

                Setibanya di aula, pikirannya terlepas, memandangi seseorang yang sedang bermain skateboard dengan lihai. Ia tenggelam dalam lamunan lain, takjub dengan pertunjukan sederhana namun mampu membuatnya kagum. Tiba-tiba saja segerombolan siswa datang, berlari cepat saling mendahului, menabrak Eunhee khalayak tidak ada yang menyadari kehadirannya di situ. Eunhee terjatuh, dan langsung mencoba untuk berdiri kembali. Ia merasa ada tangan di depannya, ia penasaran dan melihat siapa orang itu. Ditatapnya seorang gadis dengan senyuman aneh khas milik gadis itu, walaupun ini pertama kalinya Eunhee melihat gadis yang baru saja menjadi penyebab kecemburuan nya itu hampir membakar hati Eunhee, ia dapat merasakan ketulusan dan keramahan gadis bermarga Han itu. Eunhee pun akhirnya meraih tangan Jiyoon.

Eunhee: “Terimakasih banyak Jiyoon :) “

Jiyoon: “Tidak masalah, eh bukankah kau kemari duluan sedari tadi? Kenapa belum masuk juga?”

Eunhee: “Tak apa, aku baru kembali dari toilet.”

Jiyoon: “Oh, jadi begitu.”

                Obrolan mereka terpotong oleh teriakan Daehyun.

Daehyun: “Jiyoon!!! Tunggu aku!!!”

Jiyoon: “/berbalik/ Ah!! Daehyun!! Maafkan aku, tadi teman-teman bilang guru olahraga kita galak jadi aku spontan lari di belakang yang lain dan tak sengaja melupakanmu. Dan aku bertemu Eunhee disini. Oya, Eunhee kau tak apa? /berbalik lagi/”

                Jiyoon heran mendapati Eunhee yang sudah menghilang dari hadapannya.

Guru Yong: “Hey kalian berdua!! Kenapa belum masuk dan pemanasan di dalam huh?! Seperti kalian belum pernah diajar olehku saja!”

Jiyoon&Daehyun: “Kami mohon maaf guru. /membungkuk/”

Jiyoon: “Maaf guru, tapi ini memang pertamakalinya aku diajar oleh guru /menunduk/”

Guru Yong: “Ah iya! Maafkan aku juga. Aku lupa, padahal baru saja aku diberitahu oleh walikelas kalian bahwa ada siswi baru. Ya sudah, cepat kalian masuk dan pemanasan ya.”

Jiyoon&Daehyun: “Baik guru. /membungkuk/”

                Guru Yong berjalan memasuki aula dengan santainya, sambil menunggu Jiyoon dan Daehyun menyelesaikan pemanasan.

Guru Yong: “Selamat siang anak-anak. /terbelalak melihat para siswa mengerubungi sesuatu/”

                Eunhee yang justru duduk di tepi sambil mengecek jikalau ada luka, tertanyakan oleh salah satu guru kesayangannya, Guru Yong yang masih keheranan.

Guru Yong: “Eunhee??”

Eunhee: “/terkejut/ aaa.. Guru Yong Selamat siang /membungkuk/”

Guru Yong: “Ada apa ini Eunhee??”

Eunhee: “Kurasa mereka sedang menonton seorang siswa yang bermain skateboard guru.”

Guru Yong: “Lalu kenapa kau tidak ikut melihatnya?”

Eunhee: “emm.. anu guru.. tadi aku adalah yang terakhir masuk aula dan aku terjatuh, alhasil aku tidak dapat melihatnya karena banyak siswa tinggi yang menghalangiku dan aku tidak yakin bisa berjinjit diantara padatnya mereka guru.”

Guru Yong: “Kalau begitu, kau tidak usah berolahraga dulu hari ini. Kau bantu saja aku untuk mengabsen siswa dan menjadi asisten sementara ku.”

Eunhee: “Baik guru /mengangguk/”

Guru Yong: “Heyyy!!!!!! Kalian semua!!!!! Sedang melihat apa hah?! Sampai-sampai kehadiranku ini kalian tidak hiraukan!!”

                Semua siswa berbalik dengan spontan dan memasang wajah tegang.

Guru Yong: “Apa-apaan ini?! Kalian pikir jam belajarku ini untuk menonton atraksi hah?! Dan siapa yang berani mempurtunjukan atraksi murahan ini?!”

                Seorang pria yang memakai hoodie dan masker penutup pun memberanikan diri untuk mengacungkan tangannya dan berkata,

“Aku orangnya Guru Yong.”

Guru Yong: “Oh?? Jadi kau.. maafkan aku.  Aku tidak bermaksud mengatai aksi hebatmu tadi sebagai atraksi murahan nak.”

                Sang pria misterius pun berkata kembali,

“Tak apa guru. Ini memang salahku, tidak seharusnya aku berada disini dan bermain seenaknya pada pelajaranmu guru. Aku akan kembali ke kelasku.”

Guru Yong: “Baiklah, aku mengerti nak.”
***

Unfortunately, I'm not Yours Part 2



Bel berbunyi tanda istirahat telah tiba waktunya. Eunhee tidak sering keluar kelas saat istirahat, biasanya ia akan lebih memilih mendengarkan musik sambil menuliskan apapun di buku diary-nya.

                Saat ini, di ruang kelas hanya ada Eunhee yang melakukan kebiasaannya dan Jiyoon yang menyantap bekal makanannya. Tidak lama kemudian, Daehyun membawa 2 minuman di kedua tangannya. Sebenarnya Eunhee menyadari kedatangan Daehyun, hanya saja ia berpura-pura tidak lihat. Namun kemudian ia merasakan hentakan yang sungguh mendesak hatinya seketika saja, Eunhee mengurungkan niatnya untuk menutup buku diary dan melepaskan headset-nya dan bersiap menyapa manis Daehyun. Tak tahan melihat yang baru saja terjadi, ia langsung merobek selembar kertas diary yang sedari tadi ia tuangi dengan sketsa pensil nya itu. Ia lalu berdiri dan melepas paksa headset yang sedang ia kenakan, berlari keluar kelas dengan secarik kertas yang telah ia remaskan menjadi tidak karuan bentuknya, sebagaimana rasa kesalnya yang terus berapi-api tidak karuan pula terlihat dari tatapan mata mematikan nya itu.

                Niatnya untuk membuang kertas kusut itu tertunda lagi, ia sempat merasa ingin melihat stiap lekukan pensil yang tertera sekali lagi. Ya, ia membuat sketsa wajah Daehyun juga menuliskan sebuah puisi pendek dibawahnya, ia mulai menyadari bahwa ia menyukai Daehyun sejak mereka pindah ke sekolah itu. Ia mengingat kembali ingatan segarnya saat Daehyun memberikan salah satu minuman itu sambil menampilkan senyum lebar yang ceria pada sang gadis baru. 

“Day by day I write my heart to you
Wrote everything in this letter,it's true
But I can't seem to send it to you
Why can't I tell you more? Why am I this way?
To be honest, my heart is deeper,
deeper than the sea
The words I really wanna say are,
‘Be with me.’
You appear in front of me, gently smiling,
telling me that I'm only yours”
-Eunhee-

Tanpa ia sadari, Daehyun datang mengikutinya. Untung saja, Eunhee berhasil memecahkan fokusnya pada puisi tersebut. Ia segera berbalik menghadap Daehyun dan melempar sembarang kertas itu ke belakang, letak tempat sampah. Sebelum Daehyun benar-benar berada tepat di depannya, Eunhee berlari kembali ke kelas berpapasan dengan Daehyun dan Jiyoon yang juga hendak melihat apa yang terjadi pada Eunhee.

                Bel tanda kelas selanjutnya akan dimulai telah berbunyi. Karena pelajaran selanjutnya adalah olahraga, Eunhee bergegas mengambil baju olahraganya dan menuju ruang ganti wanita secepat mungkin.
                                                                                                ***                                           

Unfortunately, I'm not Yours



Unfortunately I’m not Yours
Cast: Choi Eunhee (OC)
         Han Jiyoon (OC)
         Daehyun
         Zelo
        Jungkook

My first ff in this blog. Please comment juseyo..^^

WARNING!
LOVE HURTS,
CAUSES ANGER,
JEALOUSY,
OBSESSION,
WHAT AM I TO YOU?

Choi Eunhee, nama yang manis untuk seorang gadis pemilik mata indah. Choi Eunhee atau sering disapa juga Jeight yang diambil dari nama Eropa yang diberikan oleh ibunya, adalah seorang gadis cerdas dari suatu desa di Busan, Korea Selatan. Eunhee terlahir di Desa itu, walaupun kedua orang tuanya bahkan bukan berkampung halaman disitu. Ayahnya berdarah asli Cina, sementara ibunya berdarah Belanda dan dibawa lah oleh kakak beliau sekitar 20 tahun yang lalu. Eunhee dulu tinggal bersama keluarga kecilnya disana. Ketika ia hendak lulus dari sekolah menengah pertama tepatnya 16 tahun, Eunhee mendapat beasiswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya di salah satu sekolah menengah atas terbaik di Korea Selatan, Seoul Of Performance Art atau yang sering di kenal sebagai SOPA. Yang artinya ia akan tinggal dan hidup di Ibu Kota Negara Ginseng itu. Pada awalnya orang tua Eunhee tidak mengizinkannya untuk hijrah, tetapi Eunhee bersikeras meyakinkan kedua orang tuanya bahwa ia akan baik-baik saja disana. Akhirnya orang tua Eunhee memutuskan solusi terbaik dengan meminta Jung Daehyun, sahabat Eunhee bahkan sejak mereka masih menginjak usia pertama.

Kini mereka telah belajar secara resmi di SOPA selama kurang lebih satu semester lamanya, jadi kini adalah hari pertama mereka memulai pelajaran kembali di semester baru. Pagi itu, seperti biasa para siswa mengisi kekosongan waktu sebelum bel tanda kelas dimulai dengan berbincang-bincang ria. Tiba-tiba guru kelas jam pertama pun memasuki kelas dengan diikutinya seorang gadis yang belum pernah menampakkan diri sebelumnya. Seluruh siswa duduk di bangkunya masing-masing, ruang kelas pun menjadi hening seketika. Sementara Daehyun yang menduduki bangku di depan bangku Eunhee menengok ke belakang dan berbisik padanya,

Daehyun: “Whooaa.. sepertinya dia anak baru! Kupikir dia cukup cantik.. ehehe.. bagaimana menurutmu?”

Eunhee: “Apa kau bercanda?! Bahkan sejak tadi aku tidak melihatnya mengangkat sedikitpun ujung bibirnya! -,-“

Daehyun: “Dia kan memang baru masuk ke kelas beberapa detik yang lalu Eunhee!! Apa harus ia tersenyum sepanjang jalannya?! -,- Lagipula, kau tidak usah begitu juga aku sudah tau, bilang saja kalau kau memang cemburu padanya,iya kan Nona Choi????”

Eunhee: “Yak!! Kau sudah gila Tuan Jung??! Mana mugkin aku cemburu pada gadis yang bahkan aku baru kali ini melihatnnya??? Aku hanya tidak ingin kau menjadi sangat dekat dengannya lalu meninggalkanku. Sepeti sepanjang yang kau tau, sampai saat ini aku tidak punya teman lain selain kau!!”

Daehyun: “Hmmm.. ya ya.. itulah senjatamu gadis culun! Hahaha...”

Eunhee: “Hey!! Harus berapa kali aku tegaskan padamu kalau aku ini tidak culun!!!!!!! Jung Daehyun!!!”
Daehyun: “Kau sangat lucu Eunhee hahahaha....”

Tiba-tiba sang guru melemparkan spidol ke arah Daehyun yang membelakangi. Eunhee yang menyadarinyapun terdiam dan memasang tatapan serius.

Daehyun: “Yakkk!!! Siapa yang berani-beraninya melempariku dengan ini?! Huh?!”

Guru Cha: “Aku Jung Daehyun!! Memang kenapa?! Kau ingin protes?! Atau memarahiku?!”

Daehyun: “Aaaa... Jadi Guru Cha.... maafkan aku Guru Cha.... /membungkuk/”

                Gadis asing itu pun terkekeh kecil melihatnya.            

Guru Cha: ”Nona Han, silahkan memperkenalkan diri.. dan maafkan atas kejadian barusan..”

Jiyoon: “Ah, tak apa Guru Cha.. ^^ Baiklah, Halo semua.. Selamat pagi. Nama ku Han Jiyoon. Senang bisa berkenalan dengan kalian. Semoga kita bisa menjadi teman baik.. /membungkuk/”

Guru Cha: “Baik, anak-anak Jiyoon ini siswi pindahan dari Kota Daegu. Ia pindah kemari karena ayahnya yang dipindah tugaskan ke Seoul. Saya harap kalian bisa menunjukan kualitas sekolah kita di mata siswi baru sepertinya. Jiyoon, kau bisa duduk di bangku sebelah Eunhee di paling belakang, maaf tapi hanya itu bangku yang tersisa /menunjuk ke arah Eunhee/”

Jiyoon: “Baiklah Guru Cha.. /membungkuk sedikit/”

                Jiyoon pun duduk di sebelah Eunhee. Setelah ia meletakan tasnya, ia berbalik sedikit menghadap Eunhee sambil menyodorkan tangan kanannya.

Jiyoon: “Hai! Panggil saja aku Jiyoon atau Hanji ^^”

Eunhee: “oh, Hai! ^^ Aku Choi Eunhee, panggil aku Eunhee atau Jeight. /hendak membalas jabat tangan Jiyoon/”

Namun, dengan tidak disangka-sangka, Daehyun menepis tangan Eunhee, dan malah menyerobot jabat tangan Jiyoon.

Daehyun: “Kenalkan, aku Jung Daehyun ^^”

                Melihat itu, Eunhee kesal dan membenarkan posisi duduknya, berpura-pura sedang memperhatikan Guru Cha yang sudah memulai pembelajaran.
***