Semua siswa telah kembali ke kelas. Namun tidak dengan
Eunhee, ia sedikit kesusahan saat berjalan karena kakinya sempat terkilir. Saat
ia masuk kelas dan hendak duduk di bangku yang berbeda dengan bangku yang tadi
pagi ia duduki karena masih kesal dengan Daehyun, ia mendapati sebuah minuman
dan potongan kertas kecil yang bertuliskan:
“walaupun kau tidak berolahraga,
aku tau kau haus, dan ini minumanmu. Tadinya aku akan memberikan saat
istirahat, tapi kau malah tampak kesal tidak karuan. -DH-“
Eunhee
bertambah terkejut ketika ia menyadari bahwa minuman di depannya adalah minuman
yang Daehyun bawa saat ia terdahului oleh rasa cemburunya. Penyesalan mulai
memenuhi pikirannya. Eunhee melihat ke arah bangku Daehyun yang sekarang
berjarak jauh dengannya dan ternyata pada waktu yang sama Daehyun pun sedang
menunggu reaksi Eunhee sedari tadi. Daehyun tersenyum lebar, memperlihatkan
matanya yang ikut tersenyum membuat pipi putih Eunhee menjadi merona.
Eunhee
memalingkan wajah, menghindari tatapan Daehyun. Saat ia hendak duduk, 2 orang
siswi menghampirinya.
Siswi 1: “Eunhee, kenapa kau duduk di bangku kami?”
Siswi 2: “Bangkumu kan ada disana.”
Eunhee: “tunggu, bukannya kalian absen?”
Siswi 2: “Tidak, sebenarnya kami terlambat.”
Siswi 1: “Ya, jadi kami baru bisa ikut 2 jam pelajaran
terakhir. Lagi pula, kau kan biasanya pasti bersama Daehyun, lalu kenapa
sekarang kau jadi berjauhan?”
Eunhee: “Baiklah, aku minta maaf dan kalian tidak perlu tau
urusanku.”
Eunhee
mengambil tas dan semua barangnya lalu menaruh nya kembali di tempat ia duduk
semula. Akan sangat sulit bagi Eunhee jika ia duduk disana lagi, mengingat
dirinya yang masih berlumuran penyesalan namun ia tau pasti Daehyun akan
menanyakan segala yang terjadi padanya. Hal ini akan membuat Eunhee merasa
sangat canggung, bahkan dengan hanya Daehyun yang memanggil namanya. Eunhee
bersikeras untuk menghindari semua kontak dengan Daehyun, karena ia tidak mau
Daehyun mendapati pipi Eunhee menjadi memerah seperti udang rebus yang dibuat
oleh dirinya.
Bel
pulang berbunyi, akhirnya suara yang sungguh dinantikan oleh Eunhee itu pun
muncul. Euhee berharap semuanya akan baik-baik saja setelah hari ini berlalu.
Ini pertamakalinya Eunhee tidak ingin pulang bersama Daehyun seperti biasa. Ia
membereskan semua barang lalu pergi sesegera mungkin, sebelum Daehyun mengajak
nya.
***